Mengapa Kita Perlu Berolahraga?

Mengapa Kita Perlu Berolahraga?

Irfan, Freelancer (2017-sekarang)

Tubuh manusia didesain untuk bergerak seperti:

  • Berlari,
  • Berjalan,
  • Melompat, dll.

Sebelum Adanya Teknologi

Dulu, sebelum teknologi berkembang pesat, orang-orang harus mencari makan dengan menggerakkan anggota tubuhnya.

Mereka harus berusaha keras untuk mendapatkan makanan, mereka tidak perlu berolahraga lagi.

Karena secara tidak langsung mereka sudah melakukan aktivitas fisik yang cukup keras.

Setelah Adanya Teknologi

Tapi setelah teknologi dan segala kemudahannya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari manusia, aktivitas fisik seseorang menjadi lebih ringan.

Tubuh manusia yang awalnya didesain untuk bergerak jadi jarang digunakan secara layak.

Yang akhirnya menyebabkan menurunnya tingkat kesehatan karena metabolisme tidak lagi lancar.

Nah, mulai muncullah penyakit-penyakit seperti:

  • Diabetes,
  • Obesitas,
  • Penyakit Kardiovaskular dan lain-lain.

Dengan semakin tingginya angka penderita penyakit itu, maka meningkatlah kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga.

Orang-orang mulai mengkampanyekan gaya hidup sehat sepert:

  • Jalan sehat,
  • Senam dan lain-lain seperti di kota-kota besar.

Manfaat Berolahraga Selama 30 Menit Sehari

Nah, supaya tubuh tetap berjalan dalam performa terbaik dan terhindar dari penyakit mematikan, kita sebaiknya berolahraga setiap hari.

Berolahraga selama 30 menit sehari bisa memberikan manfaat ini:

Manfaat bagi tubuh

  • Mengurangi resiko serangan jantung.
  • Menurunkan berat badan.
  • Menurunkan level kolesterol darah.
  • Mengurangi resiko terkena diabetes tipe 2 dan kanker.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Tulang, otot dan sendi jadi lebih kuat serta mengurangi resiko osteoporosis.
  • Mood yang lebih bagus, energi berlimpah, tubuh lebih relax dan tidur enak.

Manfaat bagi jiwa/pikiran

  • Olahraga dapat menghalangi pikiran negatif atau mengalihkan Anda dari kekhawatiran sehari-hari.
  • Berolahraga dengan orang lain memperkuat ikatan sosial.
  • Semakin bugar seseorang suasana hatinya akan lebih bagus dan lebih mudah tidur/
  • Berolahraga meningkatkan level serotonin, dan endorfin yang artinya kamu akan merasa lebih senang dan bahagia/

Sumber: Hello Sehat

Kunkun Sobirin, Pekerja Industri

Desain manusia tidak banyak berubah, kita memang dirancang untuk berolahraga.

Nenek moyang kita dahulu sewaktu masih hidup di gua untuk bertahan hidup harus mencari makanan dan berburu, dalam rangka itu mereka banyak berjalan berlari dan melompat.

Jadi mereka berkegiatan fisik dahulu baru bisa makan.

Mekanisme alami lari atau melawan banyak menolong, wujudnya dalam bentuk stress, misalnya saja:

  • Kita mendengar suara hewan buas terjadi adrenalin rush,
  • Jantung berdebar keras mata membesar,
  • Dan terjadi ledakan tenaga untuk sesaat,
  • Siap untuk lari atau melawan.

Hidup di zaman modern mengubah kebiasaan manusia, makanan bisa didapatkan tanpa repot-repot mencari terlebih dahulu.

Dengan duduk seharian manusia bisa makan sementara rancangan manusia tidak berubah, stress yang tadinya dilampiaskan dengan kegiatan fisik diredam yang berujung jadi penyakit.

Tubuh yang tidak banyak bergerak, tapi tetap makan menurunkan kesehatan secara umum.

Olahraga adalah upaya untuk kembali ke fitrah manusia seperti di zaman awal, di iklan sebuah minuman kesehatan kita dianjurkan untuk berjalan 10 ribu langkah sehari, dokter menyarankan agar minimal kita berolahraga selama 150 menit setiap minggunya.

Jika tidak dilakukan maka akan rentan terhadap penyakit seperti:

  • Darah tinggi,
  • Diabetes,
  • Kolesterol,
  • Asam urat dan sebagainya.

Abriady Putra, Whitecollar Coffeeholic Teetotaler Metalhead Dad

Sensei saya prenah bersabda:

Olahraga itu ibarat investasi, hasilnya tidak akan langsung terlihat, terutama jika Anda masih mudah, tapi untuk orang yang usianya sudah seperti saya (Sensei saya usianya sudah pertengahan 40an), akan terlihat manfaat dari olahraga.

Yang paling simple adalah meskipuun saya banyak makan, tetap saja berat badan paling cuman naik 1-2 kg, setelah itu turun lagi.

Ketika teman-teman angkatan saya mulai masuk rumah sakit karena kolesterol, asam urat bahkan ada yang sampai kena diabetes.

Memang ada penyakit yang terkadang tidak bisa kita hindari seperti kanker.

Namun sampai saya berobat cuma karena penyakit deman, flu dan batuk.

Intinya jangan pernah buat alasan tidak ada waktu untuk olahraga atau membuat alasan.

Nanti saja olahraga kalau ada waktu luang,

Tidak bisa seperti itu,

Karena kita yang akan diperbudak waktu,

Justru harus kita lah yang cerdas mengatu wkatu, tidak perlu membuat motivasi saya mau olahraga supaya kurus.

Yang penting jalankan saja terlebih dulu.

Misalnya saya mau lari pagi minimal seminggu 3x selama 15 menit,

ya, jalankan seperti itu,

Kalau kesiangan ganti jadi sore/malam,

Kalau memang berhalangan ganti hari lain,

Yang penting sesuai komitmen awal, yaitu seminggu 3x,

Sesudah setelah 1-3 bulan, tambah frekuensi atau intensitasnya,

Dari seminggu 3x menjadi 4x atau tetap seminggu 3x, tapi menjadi selama 30 menit.

Jika, Anda konsisten sepert ini, tanpa perlu motivasi “supaya kurus”, saya jamin kamu pasti berkurang berat badannya.

Konsisten olahraga lari 4x seminggu selama 15 menit,

Berhasil menurunkan 10 kilogram,

Padahal saya tidak ada motivasi “supaya langsing” + saya merasa lebih fit serta jarang sakit.

Rizal Nasir Setiawan, Relationship Manager di Bank Permata (2019-sekarang)

Berolahraga itu kalau saya analogikan seperti merawat sebuah mesin kendaraan.

Kita harus rajin menyalakan mesinnya setidaknya 10 menit setiap hari.

Walaupun tidak kita pakai hanya sekadar untuk merawat akinya.

Rajin mengecek dan mengganti oli mesin,

Dan tidak kalah penting service berkala.

Tubu kita juga seperti itu, butuh untuk sedikit dilatih (bahkan untuk sebagian orang atau bahkan atlet dilatih lebuh keras).

Untuk menjaga supaya tetap bugar.

Jika mesin kendaraan ada yang rusak bisa langsung diganti, sedangkan organ dalam kita???

Mungkin ada sebagian organ yang bisa dicangkok, namun prosesnya juga tidak mudah dan hasilnya juga belum tentu baik.

Saya yang penghobi sepeda tidak jarang bertemu orang dan berkata seperti ini:

“Bua apa akhir pekan, bangun pagi-pagi hanya untuk bersepeda jauh, mencari lelah, lebih baik tidur lagi”.

Kalau kamu sudah bertemu orang seperti ini,

Saya tidak mendebat,

Lebih baik saya biarkan saja, percuma.

Saya yakin orang yang seperti ini tidak suka berolahraga, pola hidupnya kacau dan pola makannya kacau.

Lihat saja 10-20 tahun mendatang.

Kebiasaan berolahraga seperti itu tidak menjamin umur Anda panjang (Karena umur, hanya Tuhan / Allah SWT yang menentukan).

Setidaknya membuat Anda tetap sehat,

Diumur saya yang sudah menginjak 34 tahun ini dengan tinggi 167 tinggi, saya masih bisa menjaga berat bada dikisaran 65-67 kg.

ketika teman-teman kantor sudah mulai kesulitan menjaga berat badannya. Ingat, segala bentuk penyakit akan muncul ketika Anda obesitas.

Baca juga: 7 Toko Olahraga Terlengkap di Jakarta yang Perlu Anda Ketahui.

Tinggalkan komentar