5+ Alasan Tidak Enaknya Berkuliah di Jerman yang Tidak Diketahui Banyak Orang

1. Dipaksa Hidup Mandiri Oleh Sistem

Contoh: Kebijakan Pemerintah Jerman.

Semua kebijakan di Jerman semua tertulis dan sangat susah untuk di nego alias tidak bisa di nego lagi kalau sudah tertulis.

Mereka bahkan ramah walaupun kalian melanggar, tapi mereka bakal memberikan sebuah surat yang tidak bisa di bantah lagi, yaitu DENDA uang yang cukup besar.

Apalagi, hal ini dirasa bakal sangat berat bagi yang di Indonesia belum terbiasa untuk hidup mandiri alias selalu menggunakan jasa bantuan orang lain.

Contohnya keluarga atau saudara dan apalagi yang dulunya sangat menggantungkan dengan asisten rumah tangga.

Setelah mahasiswa sampai di Jerman, tidak akan ada saat kalian minta bantuan orang tua atau keluarga.

Untuk menerjemahkan apa saja aturan-aturan yang ada di negara Jerman karena mereka mungkin kurang paham.

Tambah lagi Kita itu harus pinter-pinter mengatur waktu, sadar hukum, dipaksa mengerti kebijakan Jerman yang kebanyakan bahasa Jerman.

Oleh karena itu, saya menghimbau bagi yang ingin tinggal lama dan berkarier lama di Jerman harus menguasai bahasanya dulu minimal B2 atau C1.

Tanpa bisa menguasai bahasa lokal ditambah uang pas-pasan, maka kedepannya bakal masalah dikarenakan membutuhkan jasa bantuan.

Dimana di Jerman jasa sangatlah mahal padahal informasi ada di Internet dan mudah sekali di dapat.

Baca juga: 5 Manfaat Belajar Bahasa Jerman Dalam Percakapan Sehari-hari Akizaku

2. Surat Dokument yang Penting

Bergelut dengan Surat atau Dokuments yang penting yang kebanyakan menggunakan bahasa Jerman.

Hal ini pernah menjadi kesalahan saya di awal ke Jerman. mengabaikan beberapa surat penting dan pada akhirnya terkena denda.

Bahkan bila tetap diabaikan,

Mereka bakal memasukan bunga di surat tagihan mereka.

Atau mungkin bisa juga misalnya kontrak HP saja simpelnya sebagai contoh.

Misalnya kita menghilangkan surat perjanjian kita dengan mereka.

Dan kita lupa kapan tanggal yang tepat untuk memberhentikan kontrak itu.

Otomatis kita bakal kesulitan memberhentikannya dan biaya terus berjalan tanpa kita misalnya menggunakannya.

Oleh karena itu, hidup kalian setelah sampai di Jerman bakal sibuk mengurus segala macam administrasi sendiri.

Contoh lain lagi, Kalau kalian pergi mengurus sesuatu misal pajak atau daftar alamat maka yang hanya diperbolehkan hanya orang yang bersangkutan yang boleh masuk.

Hampir semua surat administrasi kalau bisa kita anggap serius. jikalau diabaikan maka denda bakal menanti.

3. Membaca Peraturan dan Kebijakan di Kampus

Bagi Mahasiswa di Jerman maka harus membaca Peraturan dan Kebijakan Kampus yang kadang mungkin berubah.

Di jerman ada kampus yang hanya menyelenggarakan ujiannya setahun sekali.

Ada pula yang menyelenggarakan Ujian Susulannya di satu tahun kedepan.

Tapi, ada juga yang ujian susulan bisa setiap semester.

Oleh karena itu, biasakan untuk update kebijakan kampus yang mana tertulis dalam bahasa Jerman.

Ada juga mata pelajarannya hanya di tahun mendatang tidak lagi ditawarkan dan program belajar berganti.

Hal ini bakal membuat masa studi kita bakal tertunda dikarenakan harus kontak dengan Professor kita dan meminta untuk menyelenggarakan ujian lagi.

Terkadang bisa sampe satu tahun juga,

Atau tergantung si Professor maunya kapan menyelenggarakan ujian buat kamu yang ujiannya tidak lulus.

4. Wajib Asuransi Negara (AOK/TK)

Menjadi mahasiswa di Jerman wajib menggunakan Asuransi Negara (AOK atau TK) dimana sekitar hampir 90€ per bulan

Pas kalian duduk di Studienkolleg, kalian masih bisa menggunakan asuransi kesehatan Privat dimana harganya murah sekita 50€ per bulan.

Tapi, saat kalian selesai Studienkolleg dan lanjut S1 atau kemudian S2.

Maka kalian wajib mengambil asuransi Negara.

90€ itu masih terbilang murah dan harga mahasiswa.

5. Asuransi Kesehatan

Kuliah lebih dari 14 Semester, maka Asuransi Kesehatan (AOK atau TK) menjadi sekitar 140-160€

14 Semester itu dihitung mulai dari S1.

Jikalau lebih dari 14 Semester, kita tidak berhak menggunakan Tarif student lagi dan harus menggunakan tarif Normal yaitu 140-160€.

Dan itu bagi mahasiswa yang keuangannya pas-pasan maka bakal kesulitan.

Biaya dan susahnya hidup di Jerman bakal kerasa setelah kalian di posisi ini sebagai mahasiswa. 

6. Sulit Masuknya Ke Komunitas

Susahnya masuk Group orang Jerman atau mendapat banyak teman orang Jerman.

Bukannya mereka rasis, tapi memang kulture mereka itu yang lebih cenderung mementingkan Privasi mereka dan sangat peduli sama lingkaran dekat mereka.

Terkadang Mereka biasanya mempunyai group yang emang dari kecil atau sekolah sebelumnya.

Dan biasanya mereka sangat solid dan klop.

Kalau kalian punya temen orang Jerman bisa dilihat berapa banyak temen mereka di Sosial Media Facebook misalnya.

Apakah 1000 Friendlist? sangat jarang.

Buat mereka arti Pertemanan itu semacam bisa dibilang Sahabat dimana tidak banyak tapi sangat dekat.

Buat mahasiswa awal di Jerman, manfaatkan waktu pertama kalian di awal masa kampus mencari temen orang Jerman.

Kalau kalian sudah deket dengen mereka baiknya bukan main dan sangat Brother banget bisa dibilang.

Intinya dalam dunia pertemanan mereka, Mereka lebih mementingkan Quality dari Pertemanan itu sendiri ketimbang Quantity dari orang yang mereka kenal.

7. Pekerja Kantoran & Industri

Bagi yang menjadi pekerja kantoran ataupun Industri. “No Fun anymore in Germany

Kebayangkan kalian kalau di tempat kerja terkadang masih bisa ngobrol sama rekan kerja atau gosip misalnya.

Di Jerman hal itu sangat jarang terjadi.

Bekerja di Jerman sama sekali tidak menyenangkan misalnya kebiasan kalian masih seperti yang saya sebutkan barusan.

Disini, jikalau namanya jam kerja itu mulai, maka mereka bakal serius kerja dan tidak ada namanya dengar lagu maupun chit chat sana sini dengan teman kerja yang hampir tiap menit.

Kalaupun chit chat dengan rekan kerja biasanya yang dibahas seputar pekerjaan.

Mereka sangat discipline dalam hal ini. 

Contoh saja di kantor saya misalnya…

Kita mungkin hanya bertegur sapa pas baru datang mengucapkan selamat pagi atau setelahnya, yaitu mari pulang.

Ketika sudah waktu kerja, suasana langsung hening dan fokus ke kerjaan.

Mungkin Fun hanya ditemukan pas setelah pulang atau Istirahat.

Diwaktu itu baru deh Fun lagi.

8. Bahasanya Sangat Sulit Dikuasai

Menurut beberapa orang mengatakan bahwa Bahasa Jerman yang sangat sulit dikuasai dan dipelajari.

Alasan ini mungkin bisa dibilang paling utama.

Memang kuliah di Jerman banyak memberikan keuntungan. 

Akan tetapi menguasai bahasanya adalah hal yang paling membutuhkan Motivasi, Keinginan dan juga Niat.

Walaupun kalian lebih dari 5 tahun tinggal di Jerman atau punya C1 atau DSH itu tidak menjamin kalian bisa lancar bicara bahasa Jermannya seperti orang lokal.

At least, kalian paham dan bisa berkomunikasi.

Tapi, hal ini tergantung dari masing2 orang. Mungkin ada juga yang tidak punya kendala.hehehe. . 

9. Wajib Punya Deposit Sekitar 9000€

Di berbagai negara bagian Jerman masih ada yang mewajibkan untuk menunjukan kepemilikan uang Deposit sekitar 9000€ untuk perpanjang Visa.

Kalau kita bicara daerah lain diluar Berlin, maka masih banyak mahasiswa indonesia yang struggle dengan masalah perpanjangan visa.

Dikarenakan harus menunjukan uang deposit tersebut.

Berbeda dengan Berlin yang lebih mementingkan progress studi kita apakah kuliah kita ada kemajuan.

Salah satu kota yang menurut saya ramah akan perpanjang Visa adalah Berlin.

Sangat mudah mendapatkan visa di Berlin.

Daerah lain harus pinter-pinter menyiasatinya misalnya minjem uang temen sementara untuk Visa contohnya.

10. Semua Serba menggunakan Termin/Janji.

Dari segi kerjaan, pendidikan, dokter, administrasi bahkan sampe pertemanan, bagi kalian yang akan tinggal di Jerman.

Bakal sering menggunakan kata “TERMIN”. yaitu contoh mudahnya.

Kalau kalian mau berkunjung ke rumah temen atau orang, setidaknya kalian harus bikin janjian dulu.

Jikalau telat datang kemungkinan bisa tidak dibukakan. terlalu awal juga mereka juga kurang nyaman.

Yang paling pas sih On Time atau 15 menit telat.

Semua orang di Jerman pasti sudah sangat discipline dalam mengatur waktu.

Terkadang bikin janji untuk periksa ke Dokter yang kalian mau kalian bisa dapet 1 bulan atau bahkan 2 bulan.

Dan kalau kalian tidak datang On Time, bisa jadi kalian baru bisa datang 1 bulan setelahnya lagi.

Oleh karena itu hal ini juga terkadang membuat saya kesal.

11. Jauh dari Keluarga/Teman/Sahabat

Terkadang bahagia itu cukup ada diantara mereka.

Nah pas kalian memutuskan mandiri melancong.

Hal paling tidak nyaman yaitu ini.

Dimana kalian hidup sendiri, menyelesaikan masalah sendiri, semua serba sendiri.

Walaupun disini kalian misalnya bakal punya penghasilan lebih besar tetapi jauh dari kehadiran orang terdekat kita itu sangat tidak bisa di beli dengan uang.

12. Merubah Sifat Kebudayaan

Terlalu lama di Jerman bakal merubah Sifat ketimuran kita.

Terkadang menurut saya pribadi tinggal terlalu lama di Eropa itu membuat sifat kita terkadang menjadi terbawa sifat orang Jerman.

Oleh karena itu, saya setuju dengan istilah bahwa faktor penting yang membentuk kepribadian orang adalah orang sekitar kita.

Atau mungkin terkadang agak bingung bagaimana cara bergaul dengan orang indonesia akibat seringnya bergaul dengan orang Jerman.

Hal-hal yang saya rasa Kulture Jerman sedikit merubah saya misalnya saya lebih sering ngomong To Do Point, On Time, Discipline yang dimana terkadang susah untuk di terapkan di negara Indonesia khususnya di pertemanan saya misalnya.

Budaya To Do Point itu terkadang bisa menyakitkan mereka yang belum siap misalnya.

Tapi ini kan masalah pribadi masing2. Jadi tidak bisa di samakan satu sama lainnya.

13. Waktu terasa berjalan sangat Cepat

Dikarenakan banyaknya kegiatan, kesibukan dan juga ada 4 musim di Jerman ini.

Maka terkadang kita yang disini lebih merasa waktu lebih berjalan sangat cepat.

Ini pendapat saya pribadi, karena waktu dulu saya tinggal di Jogja, Lombok atau Bandung terasa waktu itu sangatlah lambat.

14. Hidup di Jerman Berat Kamu Takkan Kuat

Kalau kalian tahu bahwa Hidup di Jerman cukup berat kalau bukan menjadi Student lagi.

Yup, ini ane rasa sangat kerasa sekali.

Karena di masa kita jadi Mahasiswa semua serba murah.

Kita mendapatkan banyak subsidi seperti kuliah yang gratis, mendapatkan akses bayar transportasi yang sangat murah alias harga student.

Nonton bioskop ada harga student, dan mengunjungi musium juga.

Dan bahkan mengunjungi kursus2 terkadang banyak harga student sehingga pas kita Lulus dan bukan menjadi student lagi.

Semua itu berasa berat. Contoh lainnya seperti biaya asuransi yang tinggi.

Serta kulture di Jerman yang memaksa kita susah menjadi pengangguran karena tagihan air, listrik , asuransi semua menunggu.

Oleh karena itu, kalau bisa setelah lulus siap-siap melamar pekerjaan.

Berlama-lama tanpa ada pekerjaan akan sangat susah hidup di Jerman.

15. Biaya Akomodasi Tempat Tinggal

Biaya Akomodasi menjadi Mahal setelah Lulus.

Hal ini mungkin sangat dirasa bagi mahasiswa yang tinggal di München atau Negara bagian Jerman yang biaya hidupnya bisa dibilang paling mahal.

Mungkin selama kalian Mahasiswa kalian bisa tinggal di Studentenwohnheim atau Asrama mahasiswa dengan bayar 250€ – 350€ masih bisa.

Kalau bukan mahasiswa kalian mungkin menyewa kamar dengan harga rata2 di München dari 600€ – 1500€.

Oleh karena itu, Jerman menurut saya enak selama menjadi Mahasiswa.

16. Pajak Pendapatan yang hampir mencapai 40%

Berasa agak kesel juga enggak sih jikalau kalau pas sudah kerja dengan penghasilan 4.000€ per bulan dipotong hampir setengahnya.

Sementara pas student kita bisa kerja dan uang pajaknya bisa kita ambil lagi selama tidak melebihi batas yang di perbolehkan.hehe. .

17. Status Mahasiswa dengan 120 hari Izin Kerja

Walaupun sebenarnya terbilang cukup sih 120 hari kita diperbolehkan kerja.

Akan tetapi namanya manusia terkadang merasa kurang puas dan ingin kerja lebih untuk mendapatkan pendapatan yang banyak.

18. Becandaan orang Jerman Garing

Definisi Lucu mereka berbeda dengan lucu di kita sehingga hal ini terkadang membuat aneh bagi kita yang punya selera humor indonesia.

Terkadang cerita lucu kita membuat mereka garing atau sebaliknya.

Cerita lucu mereka kurang lucu di kita.

Ini merupakan faktor penting kalau kita sudah masuk lingkaran pertemanan.

Humor adalah bagian dari asiknya lingkaran pertemanan.

Jikalau tipe Jokenya satu frequensi mungkin bakal asik kan.

Terkadang hal ini yang membuat beberapa orang kurang pas masuk di lingkaran teman-teman Jerman.

Misalnya mereka sedang bikin Joke atau cerita lucu, terpaksa kita juga mungkin terpaksa ketawa. Padahal dalam hati sih bertanya tanya lucunya dimana. hehe. . 

Pengalaman:

  • Author: Masbornsel aka Wandern3107
    Instagram: @masbornsel

Promosi: virtueducation.org

Tinggalkan komentar